Renungan tgl. 8 Februari: 2 Korintus 12:1-10
Ada seorang raja yang mengadakan sayembara, yakni mencari bagi putra mahkota seorang permaisuri. Salah satu syarat adalah cari seorang perempuan yang tidak memiliki kelemahan fisik; tidak tanda apapun dalam tumbuhnya. Jika ada menemukan untuk menjadi istri sang putra mahkota maka sebagai kekayaan akan diberikan kepada orang tersebut. Semua orang dalam istana keluar mencari, namun tidak ada yang menemukan perempuan yang sempurna. Berbulan-bulan tidak ditemukan. Suatu kali putra mahkota berjalan-jalan di pinggir sungai. Dia melihat seorang perempuan yang sangat cantik. Dia jatuh cinta kepada si perempuan. Ia segera menyuruh dayang-dayang untuk memeriksa fisik si perempuan, mereka menemukan tanda bekas luka dibagian pelipis. Tanda itu tidak bisa ditutup dengan apapun. Dayang-dayang ini membawa berita kepada putra mahkota bahwa ada kelemahan fisik. Namun si putra mahkota berkata kepada dayang-dayang tersebut, manusia dilahirkan dalam ketidaksempunaan namun cinta menutupi kekurangan d...