RENUNGAN MINGGU SENGSARA KETUJUH: YESAYA 53:1-12
"Kalau mau damai, harus siap berperang," terjemahan pepatah Latinnya "Si vis pacem, para bellum. Pepatah ini berasal dari Winston Churchill. Menurut Churchill perdamaian harus melalui kekuatan. Perdamaian tidak dijaga dengan negosiasi lemah atau "menyenangkan" agresor, melainkan dengan memiliki militer yang cukup kuat untuk membuat musuh takut menyerang. Bagi Churchill, kelemahan negara adalah undangan untuk perang. Kekuatan adalah satu-satunya cara untuk menegakkan perdamaian. Peradaban butuh penjaga. Peradaban hanya bisa bertahan jika dilindungi oleh senjata dan disiplin yang kuat. Paham ini salah satu faktor yang mengakibatkan perang antara AS-Israel vs Iran. LATAR BELAKANG MESIAS Kitab Yesaya 53, yang dikenal dengan “Nyanyian Hamba Tuhan”, sering dianggap sebagai salah satu teks nubuat yang paling signifikan dalam tradisi agama Kristen. Namun, interpretasi terhadap pasal ini sangat bervariasi tergantung pada perspektif keagamaan, khususnya dalam ko...