Postingan

RENUNGAN BULAN BUDAYA : MAZMUR 1:1-6

Gambar
  Budaya tercipta dari interaksi manusia yang berulang dan jadi kebiasaan bersama. Kebiasaan yang diulang-ulang dari individu jadi kolektif. Oleh karena itu, budaya sesuatu yang tidak statis, namun dinamis, terus bergerak sesuai dengan perkembangan. Kita bicara tentang budaya masa lalu, masa kini dan budaya yang akan terus berkembang di masa depan. Misalnya, kalau kita meminta orang tua yang lahir tahun 70-an, untuk menilai cara berbusana anak-anak di tahun 2000-an, maka mereka akan merasa risih. Juga cara menghormati orang, cara makan. Anak-anak di zaman sekarang, tidak mau mendengar khotbah dan nasihat panjang lebar, mereka juga tidak mau duduk berlama-lama, dst. Pengaruh globalisasi akan tercipta budaya-budaya baru yang positif maupun negatif. Di minggu kedua bulan budaya kita belajar dari bacaan saat ini. PEMBAHASAN TEKS Konteks Teologis dan budaya Kitab Mazmur menjadi perbincangan yang menarik. Kitab ini merupakan bagian integral dari Alkitab, yang kaya akan himne, doa...

RENUNGAN BULAN BUDAYA GMIT: YOHANES 14:1-14

Gambar
  Orang Atoni Meto ada beberapa jenis rumah yakni, rumah tinggal ( ume kbat ), rumah bulat ( ume kbubu) , rumah suku ( ume mnasi/knaf ), istana ( ume sonaf ) dan lopo. Dahulu hanya kenal ume kbubu . Ume kbubu adalah rumah tempat tinggal keluarga. Ume kbubu merupakan bangunan yang sangat tertutup bagi dunia luar. Hanya keluarga inti yang bisa masuk keluar. Ruangan dalam ume kbubu terdiri dari dua unit ruang atas dan ruang bawah. Ruang ume kbubu terbagi, ruang   atas loteng tempat persediaan makanan keluarga. Ruangan yang paling bawah adalah tempat tinggal keluarga. Sisi kanan ruangan adalah wilayah laki-laki sedangkan sisi kiri adalah wilayah perempuan. Saya memulai pendahuluan dengan menyampaikan secara singkat salah satu simbol budaya orang Atoni Meto yakni ume kbubu. Mengapa? karena bacaan firman Tuhan hari ini bertepatan minggu pertama bulan budaya GMIT. Kemudian bertolak dari Yesus mengatakan bahwa di rumah Bapa-Ku, banyak tempat tinggal. Sebab Aku pergi ke situ...

RENUNGAN : YEHEZKIEL 34:1-16

Gambar
  Sebutan gembala sendiri diambil dari bahasa Yunani yang menggunakan kata poimen dan dipakai sebanyak 17 kali dalam Perjanjian Baru. Kata poimen memiliki arti secara harafiah yaitu gembala, namun juga memiliki arti secara kiasan yaitu pejabat kepala (presiding officer), manajer dan direktur. Jadi istilah gembala berkaitan erat dengan kepemimpinan. Gembala bisa disematkan hanya untuk satu orang atau beberapa orang, atau juga bisa dipakai istilah yang telah dijelaskan di atas untuk menjalankan fungsi penggembalaan. PEMBAHASAN TEKS Nabi Yehezkiel memulai pelayanannya pada tahun kelima sesudah raja Yoyakhin. Yehezkiel berada di Babel sekitar tahun 593/2 SM. Nabi yang lain yang sezaman dengan Yehezkiel ialah Daniel, yang juga bernubuat di luar Yerusalem. Sebagai nabi, Yehezkiel menubuatkan hukuman (3:22-32:32), serta nubuat tentang pemulihan di masa yang akan datang (33:1-48:35).   Pelayanan Yehezkiel kepada orang-orang buangan di Babel tidaklah mudah, banyak tantangan yan...

RENUNGAN : 1 PETRUS 1:3-12

Gambar
  Ada 3 buah lilin yang menyala, mereka sementara bercakap-cakap dalam suasana yang begitu sunyi di sebuah kamar. Yang pertama berkata: “Aku adalah iman. Aku tak percaya mengapa peristiwa itu terjadi pada orang yang kita harapkan selama ini. Harapanku hilang! Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Lili kedua bicara: “Aku adalah kasih. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Lihat, mereka membecin dan menghukum-Nya seperti penjahat! Kasih menjadi pudar.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin kedua. Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat kedua lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh, apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!” Lalu ia menangis tersedu-sedu. Lalu dengan terharu Lilin ketiga berkata: “Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita te...

RENUNGAN : LUKAS 24:39-49

Gambar
  Perayaan Paskah setiap tahun jemaat-jemaat GMIT melaksanakan pawai Paskah. Selain jemaat, di tingkat Klasis, ada klasis tertentu yang melaksanakan pawai Paskah. Di lingkup Sinode, pemuda GMIT melaksanakan pawai Paskah Sinode. Tahun   ini pawai di lingkup sinode, suasana agak berbeda karena kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Setelah perayaan, berbagai tanggapan menghiasi jagat media sosial. Ada yang mencibir, ada yang melontarkan kritikan, ada yang mengapresiasi, dst. Tanggapan itu datang dari berbagai pihak, baik dari masyarakat awam maupun sampai para tokoh agama. Hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.  Toh , ketika Yesus ditangkap, disalibkan sampai kepada kebangkitan banyak  reaksi dari berbagai pihak. Namun yang menarik adalah kehadiran sosok orang nomor 2 di Indonesia dalam perayaan tersebut. Gibran tidak hanya mengikuti kegiatan pawai Paskah, namun mengunjungi SD Ipmres Kaniti. Ia juga  memberi harapan kepada P3K ...

RENUNGAN SYUKUR PASKAH: KOLOSE 3:1-17

Gambar
  Kita masih dalam suasana Paskah. Semarak Paskah masih terasa. Pawai Paskah pun masih diselenggarakan di berbagai tempat. Hari ini kita merayakan kebaktian syukur Paskah. Bacaan kita terambil dari Kolose 3:1-17. PEMBAHASAN TEKS Kita membagi bacaan ini dalam beberapa bagian. Pertama, ayat 1-4. Ada dua kata kerja yang sangat kopleks dalam bagian pertama ini, yaitu “carilah” (zĂȘteite” dan “pikirkanlah” (phroneite). Kedua kata kerja tersebut berbentuk perintah. Artinya, kedua perintah yang sejajar ini harus dilakukan terus menerus tanpa henti. Jadi hidup baru dalam Kristus Yesus adalah hidup yang tidak lagi terpengaruh oleh kehidupan duniawi melainkan hidup di dalam keselamatan yang Yesus berikan kepada setiap orang percaya. Paulus juga mengingatkan kepada jemaat Kolose agar berhati-hati terhadap ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Kedua, ayat 5-9. Menanggalkan manusia lama. Rasul Paulus meminta jemaat agar menanggalkan manusia lama serta hidup sebagai manu...