Postingan

RENUNGAN : YOHANES 15;1-8

Gambar
  Metafora pokok anggur berakar dalam tradisi Perjanjian Lama. Israel digambarkan sebagai kebun anggur atau pokok anggur milik Allah (Yes. 5:1-7; Yer. 2:21; Hos. 10:1; Mzm. 80:9-16). Namun kegagalan Israel sebagai umat pilihan Allah menghasilkan buah anggur yang tidak sesuai kehendak Allah. Israel adalah pokok anggur yang mengecewakan. Misalnya dalam Yesaya tertulis “Aku hendak menyanyikan nyayian tentang kekasihku, nyayian kekasih-Ku tentang pohong anggurnya: kekasih-Ku itu mempunyai pohon anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga ditengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun anggur itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam . Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel, dan orang-orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya” (Yes 5:1-2,7). Secara struktur, bacaan...

RENUNGAN BULAN KEBANGSAAN: YUNUS 3:1-10

Gambar
  "Malaikat masuk sistem bisa jadi iblis/setan," pernyataan tersebut disampaikan oleh Mahmud MD dalam konteks politik dan Pilkada di Indonesia. Ungkapan ini bermakna bahwa individu yang bersih atau berniat baik sekalipun berisiko terjerumus dalam korupsi atau keburukan jika masuk ke dalam sistem kekuasaan atau birokrasi yang sudah telanjur rusak dan korup di Indonesia. Artinya, bahwa ada dosa sistemik diwarisi bahkan dibuat sampai saat ini.  Dosa sistemik ini dibutuhkan pertobatan yang sistemik penyelenggara bangsa ini. Pengantar ini membawa kita masuk dalam pembahasan teks dan perenungan di Bulan Kebangsaan saat ini. PEMBAHASAN TEKS Narasi utama kitab Yunus tidak berfokus pada penghakiman melainkan pada jangkauan belas kasih Allah terhadap bangsa asing. Peristiwa pertobatan Niniwe dalam Yunus 3:1-10 merupakan salah satu puncak narasi teologis yang memperlihatkan bagaimana kedaulatan Allah bekerja melampaui batas-batas etnisitas dan geografis. Kita dapat mengelompokkan ...

RENUNGAN BULAN PENDIDIKAN : YAKOBUS 1 : 2- 8

Gambar
  Yuval Noah Harari, seorang sejarawan dari Universitas Ibrani Yerusalem, meluncurkan karya yang menjadi bahan perbincangan di ruang publik. Karya tersebut adalah Homo Deus (2015) mencoba menjelaskan “Kemana peradaban manusia akan menuju”. Harari mengajak kita untuk membayangkan apa yang mungkin terjadi di masa depan berdasarkan apa yang terjadi saat ini. Nasib agama, struktur sosial politik, etika dan segala aspek kehidupan.   Menurut Harari, ada dua kemungkinan yang akan terjadi kedepannya berdasarkan perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan penelitian saintifik saat ini. Pertama, peran manusia dalam mengatur kehidupan di bumi akan digantikan oleh mesin pemroses data. Tugas kosmis Homo Sapiens telah berakhir, dan akan digantikan oleh data. Hal ini dimungkinkan apabila kita melihat perkembangan artificial intelligence (IA) dan big data saat ini. Kedua, tubuh biologis Sapiens akan bersatu dengan mesin. Algoritma elektronik, akhirnya bisa bersatu dengan algoritma bio...

RENUNGAN BULAN PENDIDIKAN : ULANGAN 6: 1 - 9

Gambar
  Bulan Juli ditetapkan oleh Gereja Masehi Injili di Timor sebagai Bulan Pendidikan. Pendidikan dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non-formal. GMIT merumuskan pokok ajaran tentang pendidikan sebagai berikut: Pertama , GMIT mengakui bahwa pendidikan adalah perintah Allah. Gereja terpanggil untuk melaksanakan bentuk-bentuk pendidikan sebagai tanggung jawab iman kepada Allah. Kedua, keterlibatan gereja dalam bidang pendidikan merupakan tanda keikutsertaan dalam karya penyelamatan Allah. Ketiga, pelayanan pendidikan memiliki peran penting agar gereja masa kini dan masa depan mewarisi nilai-nilai kekristenan, serta sebagai sarana untuk membekali anggota agar memiliki karakter kristiani. Keempat, pendidikan Kristen bermuara kepada tujuan transformasi dalam keluarga, gereja, masyarakat dan dunia, agar peserta didik memiliki kemampuan pengetahuan dan spiritualitas sesuai dengan teladan Kristus, Sang Guru Agung. Dari pokok-pokok aja...

RENUNGAN : MATIUS 18 : 6 - 11

Gambar
  Bacaan ini kelanjutan dari ayat 1-5. Kita mencatat peristiwa yang melatarbelakangi bacaan ini, yakni Yesus memperhatikan percakapan murid-murid di tengah jalan. Percakapan mereka tentang “Siapa yang terbesar dalam Kerajaan sorga?” Kemudian Yesus memanggil kedua belas murid itu, serta berkata kepada mereka tentang perkara yang mereka percakapkan itu. Bagi orang Yahudi,   pertanyaan tentang siapa yang terbesar di dalam kerajaan surga merupakan pertanyaan biasa. Orang Farisi yang sering dan suka berbicara tentang Kerajaan Mesias selalu mengatakan bahwa dalam kerajaan akan ada berbagai tempat, pangkat dan tingkat. Tentulah mereka yang akan mendapatkan pangkat terutama. Mungkin murid-murid kelak akan mendapatkan tempat yang utama. Pertruskah? Yakobuskah? Atau Yohanes yang mendapatkan pangkat dan tempat utama? Yesus melihat bahwa ada kecemburuan di antara mereka, sehingga Yesus bicara dalam ayat 3-5. Namun sebelumnya Ia memanggil seorang anak kecil menempatkan di tengah-tengah m...

RENUNGAN : LUKAS 10 : 25 - 37

Gambar
  Injil Lukas 10: 25-37 adalah percakapan Yesus dengan seorang ahli Taurat tentang “orang Samaria yang baik hati.” Inti percakapan itu, “Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan ini bertitik tolak dari hukum kasih, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk. 10: 27). Sekalipun bertujuan untuk mencobai Yesus. Bagi orang Yahudi, sesama adalah satu agama dan satu bangsa. Penulis Injil Lukas menulis jawaban Yesus, bahwa sesama tidak dibatasi oleh bentuk identitas apa pun. Lukas menonjolkan, bahwa Yesus sangat peduli terhadap orang-orang yang terpinggirkan karena aturan agama dan budaya. Itu sebabnya, dalam percakapan tersebut, Lukas menekankan, “sesama manusia” adalah semua orang, sekalipun berbeda, bahkan orang yang dianggap musuh atau memusuhi harus dikasihi dan ditolong. Kata “sesama” yang dipakai dalam Lukas 10: 25-37 adalah plesion . Dalam S e p t u a g i n t a ( L XX ), k a t a plesion,   d i p a k ai u n t u...