Postingan

RENUNGAN tgl. 18 JANUARI : MAZMUR 89:1-19

Gambar
  Krisis global   berdampak kolektif. Manusia hidup di dunia yang saling terhubung. Ketika perang terjadi di satu negara, harga pangan bisa naik di negara lain. Ketika pandemi melanda, seluruh dunia ikut berhenti, dan ketika bencana besar diberitakan, seluruh lini masa media sosial penuh dengan kesedihan. Artinya, krisis kemanusiaan kini bersifat kolektif. Seseorang mungkin tidak kehilangan rumah, tetapi kehilangan rasa aman. Seseorang mungkin tidak menjadi korban perang, tapi merasa cemas menatap masa depan. Seseorang mungkin tidak berada di garis depan, tetapi ikut lelah secara emosional melihat penderitaan berulang. Persoalan tersebut mempengaruhi juga kesehatan mental . Melalui layar ponsel, masyarakat di seluruh dunia menyaksikan berita tentang perang, wabah, atau bencana kemanusiaan dan tanpa sadar ikut menanggung beban psikologisnya. Semua orang, dalam cara yang berbeda, hidup di era darurat  mental global . Kemudian informasi di media sosial tak jarang saling m...

RENUNGAN tgl. 11 JANUARI : YOHANES 1:35-51

Memulainya khotbah minggu kedua dengan cerita: “Setelah Yesus bangkit, 40 hari kemudian Ia terangkat ke sorga. Sampai di sorga malaikat-malaikat terkejut. Mengapa Yesus cepat sekali kembali ke surga, padahal Injil harus diberitakan ke seluruh dunia. Namun tak ada satu malaikat pun bertanya. Yesus tahu apa yang ada dalam benak malaikat-malaikat ini, kemudian Ia mengatakan bahwa nanti ada murid-murid yang melanjutkan pemberitaan Injil, ada 12 murid, 70 murid, 120 murid, ada Rasul Paulus, ada Pendeta, Pastor, Penatua, Diaken, Pengajar, guru agama, dll, mereka akan sampai di Indonesia, di NTT di berbagai pelosok.” (anonim). Cerita ini sebagai pengantar dalam pembahasan kita tentang bacaan ini. Injil Yohanes ditulis kepada jemaat yang sementara menghadapi perlawanan dan penolakan terhadap Injil. Terhadap penyangkalan terhadap keilahian Yesus Kristus karena pengaruh berbagai bidat dan ajaran sesat. Selain itu, muncul juga perlawanan dari kalangan pemeluk agama Yahudi. Untuk menguatkan oran...

RENUNGAN HARI MINGGU tgl. 4 Januari : YOHANES 8:30-36

Gambar
  Kita hidup di era Post Truth. Era ini   melalui informasi digital, fakta objektif sering diabaikan dan digantikan oleh keyakinan emosional atau preferensi pribadi. Bahkan berita hoax disebarkan melalui media sosial, akhirnya membuat kita susah membedakan mana informasi yang benar, dan mana yang hoax. Fenomena post truth menunjukkan bagaimana opini publik tidak lagi terbentuk oleh fakta-fakta ilmiah, kebenaran, atau data yang terverifikasi, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh emosi dan kepercayaan subjektif. Kebenaran lama yang berdasarkan fakta digeser oleh "kebenaran baru" yang terbentuk dari persepsi, narasi emosional, atau kebohongan yang diulang-ulang. Era ini menciptakan kondisi di mana hoax atau informasi palsu mudah diterima dan menyebar lebih cepat daripada kebenaran diverifikasi. Mari kita memperhatikan bacaan kita tentang kebenaran yang memerdekakan. Bacaan merupakan respon orang Yahudi setelah mendengar pengajaran Yesus di Bait Allah (ay. 20...

RENUNGAN TAHUN BARU : FILIPI 4 :1-9

Gambar
  PENGANTAR Kita semua tidak asing lagi dengan doa ini: “Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai, bila terjadi kebencian. Jadikanlah aku pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan. Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan. Bila terjadi kebimbangan jadikan aku pembawa kepastian. Bila terjadi kesesatan jadikanlah aku pembawa kebenaran. Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan. Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan. Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Tuhan semoga aku ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai, sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni, aku diampuni.” Doa ini adalah doa st. Frasiskus Asisi yang ada dalam tatanan doa harian Katolik. Doa ini biasa dipanjatkan oleh umat Katolik untuk perdamaian bangsa dan juga ketika mengalami kesusahan. Doa ini merupakan penegasan dan permohonan agar umat dalam situas...

RENUNGAN AKHIR TAHUN tgl. 31 DESEMBER: MAZMUR 90

Gambar
  Siapakah yang selama tahun 2025, sejak 1 Januari sampai dengan 31 Desember tidak pernah mengalami persoalan; sakit? Duka? Rugi? Gagal? Celaka? Rasa takut? Dst.? Pasti kita semua mengalami. Realita tersebut menunjukkan sisi kefanaan manusia. Mazmur 90 adalah ratapan komunitas Israel pasca-pembuangan. Setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan mereka mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan. Alur lahirnya Mazmur 90 dimulai dengan doa-doa yang meratapi kehancuran Yerusalem, yang terlihat dalam Mazmur 73-89, mengakhiri bagian itu dengan permohonan yang kuat dalam menghadapi penolakan Allah terhadap perjanjian Daud dan Yerusalem sebagai pusatnya. Mazmur 90 adalah mazmur yang dikaitkan dengan Musa. Mengapa Musa? Karena Musa adalah figur pemimpin spiritual dalam krisis kehidupan umat Israel di padang gurun. Keterkaitan dengan Musa mengingatkan bangsa itu pada masa lalu dalam sejarah Israel mengenai perjalanan spiritualitas. Mazmur 90 merupakan semacam tanggapan terhadap ...