RENUNGAN PASKAH : 2 KORINTUS 5:11-21
Melalui perikop ini
Paulus mau menjelaskan apa itu pelayanan perdamain yang dipercayakan kepada
dirinya oleh Allah.
Dalam ayat 11, Paulus mau
supaya jemaat mengetahui takut akan Tuhan dan berusaha mengajak orang-orang/jemaat
untuk takut akan Tuhan. Selain itu, Paulus berusaha meyakinkan jemaat bahwa
pelayanan yang dilakukannya adalah murni melayani Tuhan dan jemaat. Tidak ada
motivasi lain selain melayani Tuhan.
Ada tiga hal yang Paulus
harapkan untuk diketahui oleh jemaat di Korintus. Pertama, di
dalam pelayanan Paulus tidak memiliki motivasi untuk dapat memegahkan diri. Ia
tidak mencari bagi kemegahan dirinya. Motivasi seperti itu tidak pernah ada
dalam diri Paulus. Yang ada dalam pikirannya adalah murni untuk melayani Tuhan
dan jemaat. Paulus mengajak jemaat untuk melihat kemurnian hatinya dalam dalam
pelayanan. Kedua, di dalam pelayanan Paulus berusaha untuk
menguasai dirinya melalui pelayanan pastoral dan khotbah pengajaran, sehingga ia
melayani jemaat dengan penuh kesadaran. Ketiga, kasih Kristus
merupakan dasar dari segala pelayanan Paulus. Pada waktu itu jemaat banyak yang
terhasut oleh musuh-musuh Paulus yang menggambarkan bahwa untuk mendapat
pembenaran, orang tidak cukup beriman saja kepada Kristus, melainkan harus
mengikuti adat istiadat Yahudi. Bagi Paulus, kematian dan kebangkitan Kristus
telah sempurna, karena Kristus telah mati untuk semua orang. Kasih Kristus
menjadi dasar pelayanan Paulus karena Kristus telah telah mengasihi Paulus dan
rela mati untuknya sehingga ia mati dan bangkit bersama Kristus. Kini hidup
Paulus bagi Dia.
Paulus tidak lagi menilai
Kristus menurut ukuran manusia. Justru kini ia hidup bagi-Nya, karena Kristus
telah mengasihi dirinya dengan rela mati baginya dengan mengacu pada ayat
14-15. Pada ayat 17, Paulus berkata bahwa siapa yang berada dalam Kristus, maka
ia adalah ciptaan baru. Ayat 16 penekanan kepada kehidupannya sebelum dan
setelah mengikut Kristus. Perjumpaan dengan Kristus dalam perjalanan ke Damsyik,
terjadi titik balik, yaitu yang lama telah berlalu yang baru telah datang.
Semua ini terjadi bukan karena perbuatan Paulus tetapi perbuatan Allah yang
mendamaikan Paulus dengan diri-Nya. Ini adalah sebuah berita perdamaian. Kini
pelayanan perdamaian dipercayakan kepada Paulus dan teman-temannya untuk
menyebarkan.
Ayat 20-21. Dalam bahasa
Yunaninya terdapat dua kata yang biasa diterjemahkan dengan “utusan” yaitu kata
benda anggelos dan melalui kata
kerja presbeuein. Kata anggelos biasa diterjemahkan dengan
istilah utusan atau malaikat. Fungsinya adalah untuk menyampaikan firman Allah.
Hal ini berbeda dengan pemakaian kata presbeuein yang berarti menjadi
duta. Fungsinya adalah seorang duta datang di negara sahabat dengan membawa
otoritas dari raja sebagai representasi dari kehadiran negara dan raja.
Paulus hendak menjelaskan
kehadirannya di tengah-tengah jemaat yang sedang meragukan jabatan kerasulan
Paulus. Ia mengatakan bahwa “Kami adalah utusan-utusan Kristus.” Kehadiran
Paulus untuk menasihati jemaat adalah representasi Allah, sehingga nasehat yang
diberikan oleh Paulus berarti nasehat Allah. Jika Allah ingin menasihati
jemaat, maka nasihat yang disampaikan oleh Paulus adalah nasehat Allah sebab
Paulus adalah duta-Nya.
Nasehat dari sang duta
adalah “Berilah dirimu didamaikan dengan
Allah.” Paulus menyampaikan nasehat ini dalam nama Kristus karena ia adalah
duta Kristus. Kata yang dipakai untuk “meminta” adalah deomai yang
berarti memohon atau berharap. Paulus berharap agar jemaat dapat memberikan
dirinya untuk didamaikan dengan Allah. Paulus melihat bahwa akibat dari dosa
manusia hubungan Allah dan manusia menjadi renggang dan akibat darinya manusia
telah kehilangan kemuliaan Allah dan hukuman dosa adalah maut. Pada dasarnya
yang ada di dalam diri manusia di mata Allah adalah ketidakbenaran. Kristus
mendamaikan manusia dengan Allah dengan cara, Dia yang tidak mengenal dosa
telah dibuatnya menjadi dosa dan melalui Kristus dibenarkan oleh Allah.
Pembenaran bukan melalui manusia menjalankan hukum Taurat, melainkan kasih
karunia Allah melalui Kristus.
POKOK-POKOK RENUNGAN
Pertama,
kebangkitan Kristus memberikan kehidupan baru. Kita menjadi manusia baru di
dalam Tuhan. Gambar manusia lama yang penuh dosa telah dikubur bersama dengan
Yesus yang mati, dan kini Ia bangkit menggunakan manusia baru. Manusia baru
manusia yang hidup bukan untuk diri sendiri tetapi hidup bagi Kristus. Paulus
yang dahulu namanya Saulus, hidup hanya untuk dirinya, tetapi ketika
perjumpaannya dengan Kristus saat ke Damsyik, kini Paulus yang hidup untuk
Kristus. Perayaan Paskah hanya bisa bermakna jika hidup kita untuk Kristus.
Kedua, kemanusiaan baru yang tidak memiliki motivasi memegahkan diri sendiri, melainkan murni
untuk melayani Tuhan. Paskah hanya bermanfaat jika kita melayani Tuhan dalam
kerendahan hati. Tidak makan puji dan cari nama. Selain itu, kemanusiaan baru
yang menguasai diri dan melayani dengan penuh kesadaran.
Ketiga, manusia
baru yang menjadi duta Kristus. Kehadiran kita adalah representasi Allah (bukan
wakil Allah), sehingga nasehat kita, pastoral-pastoral kita orang merasakan
kehadiran Allah. Menjadi duta yang terus menyampaikan kabar baik tentang
pendamaian yang telah dikerjakan oleh Kristus melalui peristiwa Paskah. Paskah
bermakna jika kita memaknai karya pendamain Allah dengan mendekatkan diri
dengan Tuhan dan berdamai dengan sesama. Amin.
Selamat
merayakan Paskah!

Komentar
Posting Komentar