RENUNGAN BULAN BUDAYA GMIT: YOHANES 14:1-14

 


Orang Atoni Meto ada beberapa jenis rumah yakni, rumah tinggal (ume kbat), rumah bulat (ume kbubu), rumah suku (ume mnasi/knaf), istana (ume sonaf) dan lopo. Dahulu hanya kenal ume kbubu. Ume kbubu adalah rumah tempat tinggal keluarga. Ume kbubu merupakan bangunan yang sangat tertutup bagi dunia luar. Hanya keluarga inti yang bisa masuk keluar. Ruangan dalam ume kbubu terdiri dari dua unit ruang atas dan ruang bawah. Ruang ume kbubu terbagi, ruang  atas loteng tempat persediaan makanan keluarga. Ruangan yang paling bawah adalah tempat tinggal keluarga. Sisi kanan ruangan adalah wilayah laki-laki sedangkan sisi kiri adalah wilayah perempuan.

Saya memulai pendahuluan dengan menyampaikan secara singkat salah satu simbol budaya orang Atoni Meto yakni ume kbubu. Mengapa? karena bacaan firman Tuhan hari ini bertepatan minggu pertama bulan budaya GMIT. Kemudian bertolak dari Yesus mengatakan bahwa di rumah Bapa-Ku, banyak tempat tinggal. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Ayat 3b Aku akan datang kembali membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

TAFSIRAN TEKS

Bacaan ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Pertama, ayat 1a. “Jangan gelisah hatimu”, ucapan ini merupakan rasa simpati Yesus. Dalam bahasa Yunani menggunakan kata Me tarassestho kata perintah yang harus dilakukan. Dalam terjemahannya menggunakan kata troubled yang artinya bermasalah. Masalahnya ialah kesedihan murid-murid akan kepergian Yesus.  Ia menghibur murid-murid agar tidak berlarut-larut bersedih. Untuk menanggapi kesedihan para murid-Nya, Yesus menekankan perlunya iman atau percaya. Dalam bagian ayat 1b “Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada Ku”. Yesus menyatakan bahwa diri-Nya dan Allah, Bapa adalah dua pribadi yang sama-sama harus dipercayai oleh para murid-Nya. Percayalah merupakan sebuah perintah di dalam situasi ini kesedihan tersebut.

 Kedua, ayat 2-3. Yesus pergi mempersiapkan tempat bagi orang percaya. Di dalam ayat 2, Yesus mengatakan “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal”, dalam bahasa Yunani kata tempat tinggal menggunakan kata monai (ada tempat tinggal di surga) yang artinya tempat tinggal. Kata ini muncul sebanyak dua kali (Yoh. 14:2,23). Di sini Yesus sedang menawarkan ke pada murid-murid-Nya tempat tinggal yang layak untuk kehidupan yang kekal yaitu surga. Ada beberapa terjemahan menggunakan kata “In my Father's house are many rooms” (Di rumah Ayahku ada banyak ruangan) “In My Father's house are many mansions” (Di rumah Ayahku ada banyak rumah mewah) menggunakan kata rumah mewah. Hal ini menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Yesus sedang mempersiapkan tempat yang istimewa buat semua umat manusia di surga.

Rumah banyak tempat tinggal. Ungkapan tempat tinggal (Yun. mone) adalah tempat tinggal permanen. Kata “banyak” (Yu. pollai) berarti kuantitatif; dapat menampung orang dalam jumlah banyak dengan berbagai variasi dan diversi, dan kuantitafi: ada hubungan personal yang dalam antara pemilik rumah dan para tamu serta semua penghuni rumah. Semua orang merasakan kehangatan, perhentian dan keamanan dalam rumah itu.

Ketiga, ayat 4-6. Yesus satu-satunya jalan keselamatan. Dalam ayat 4b “Kamu tahu jalan ke situ”. Pernyataan Yesus menyebabkan Tomas menyatakan keraguannya tentang mengetahui jalan tersebut. Dalam bahasa Yunani kata jalan menggunakan kata o`do,n (hodos) yang artinya jalan hidup. Ini muncul dalam PB sebanyak seratus satu kali dan dalam kitab Yohanes sebanyak empat kali.

Dalam ayat 5, Tomas memanggil Yesus dalam bahasa Yunani ku,rie (Kurios) yang artinya Tuhan, di sini Tomas adalah salah satu murid Yesus yang mengakui Yesus adalah Tuhan. Dalam konteks ayat 5, Ini menunjukkan bahwa melalui kematian Yesus, akan menunjukkan jalan bagi seluruh manusia, dan murid-murid akan mengerti pada saatnya. Ayat 6, Yesus sendiri adalah jalan kebenaran dan hidup. Melalui dan di dalam Yesus, seseorang datang kepada Bapa, mengetahui Bapa, dan melihat Bapa.

 Dalam bahasa Yunani kata “hidup” menggunakan kata zwh, (zoe) yang artinya hidup kekal, dalam PB muncul sebanyak seratus tiga puluh lima kali dan dalam kitab Yohanes muncul sebanyak tiga puluh enam kali. Dalam ayat 6 ini Yesus memberikan petunjuk jalan kebenaran dan hidup kepada murid-murid bahwa jalan keselamatan yang sesungguhnya adalah Yesus. Dan hanya Yesus yang bisa memberikan jaminan hidup kekal. Hal ini juga menjelaskan sikap kebingungan di antara para murid-murid tentang jalan yang di maksudkan Yesus. Tomas adalah salah satu dari murid Yesus yang belum paham atau mengerti tentang jalan yang di maksud dari Yesus. Ayat ini menunjukkan sikap kejujuran dari seorang murid Yesus yaitu Tomas tentang jalan yang mau di tunjukan Yesus kepada para murid-murid. Melalui sikap kejujuran Tomas memberikan jawaban terhadap semua murid-murid bahwa Yesus adalah jalan keselamatan yang sesungguhnya.

Sebutan dari gereja mula-mula adalah “Jalan Tuhan” (Kis 9:2; 19:9,23; 24:14,22). Yesus menekankan bahwa diri-Nya baik dulu maupun sekarang adalah satu-satunya jalan kepada Allah. “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Yesus adalah jalan, sama dengan Yesus adalah pintu, yaitu jalan atau pintu keselamatan dan Yesus juga jalan untuk mengenal kebenaran dan memperoleh hidup serta jalan untuk kepada Bapa.

Keempat, ayat 7-9. Yesus menyatakan diri-Nya dan Bapa adalah Satu. Dalam ayat 7, Yesus juga menanggapi Filipus yang minta ditunjukkan Bapa yang di maksud dari perkataan Yesus. Di sini Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bukan lagi sekadar jalan menuju ke Bapa, tetapi melihat Yesus sama dengan melihat Bapa. Mengenal Yesus sama juga mengenal Bapa. Cukup melihat dan mengenal Yesus secara otomatis melihat dan mengenal Bapa. Relasi yang mau diungkapkan Yesus adalah cerminan atau gambaran sejati dari Bapa di surga. Maka dari pada itu Tomas tidak perlu untuk pergi sendiri ke rumah Bapa yang di maksud Yesus. Filipus pun tidak perlu untuk melihat secara langsung Bapa di surga. Sebab Sang jalan dan Sang tujuan itu menjadi satu, ada di hadapan kedua murid-Nya adalah Yesus. Kata “kamu mengenal Aku” Yesus sedang berbicara kepada keseluruhan kelompok para rasul. Istilah “mengenal” berbicara mengenai hubungan pribadi yang intim, bukan pengetahuan kognitif. (Kej 4:1; Yer 1:5). Ayat 7b mengatakan “pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku” dari ayat 7b ini, Yesus menjelaskan dengan jelas jika melihat Yesus sama saja melihat Allah sebab Yesus dan Allah. Yesus adalah pewahyuan sempurna dari Allah yang tidak tampak.

Ayat 8 “Kata Filipus kepada-Nya” tampaknya Filipus menginginkan suatu penglihatan Allah (Theophany) seperti Musa, Yesaya atau Yehezkiel. Yesus menjawab dengan meneguhkan bahwa ketika Filipus telah melihat dan mengenal-Nya, ia telah melihat dan mengenal Allah, terjemahan lain mengatakan “itu sudah cukup bagi kami”, itu sudah memadai bagi kami”.

Ayat 9, mengatakan “telah sekian lama Aku bersama-sama kamu”. Yesus telah menuangkan rasa kekecewaan terhadap murid-Nya. Pernyataan ini sangat terlambat, bahwa selama Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya sekian lama belum mengenal Yesus secara pribadi padahal Yesus dan Bapa adalah satu pribadi (Yoh 10:30).

Filipus menanyakan pertanyaan yang sedang dipikirkan oleh semua murid-Nya. “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”. Yesus sepenuhnya menyatakan ketuhanan-Nya (Kol 1:15; Ibr 1:3), dan melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang dilakukan-Nya muncul pembuktian Bapa ada di dalam Dia dan bertindak melalui Dia yaitu Yesus.

Kelima, ayat 10-14. Yesus menegaskan kepada murid-Nya percayalah dan akan melakukan perkara besar serta meminta dalam nama-Nya akan dijawab. Relasi Yesus dengan Bapa-Nya dinyatakan lebih dalam lagi. Maksudnya, Yesus hidup di dalam Bapa-Nya dan Bapa-Nya hidup di dalam Yesus. Atau Bapa dan Yesus adalah satu. Dalam ayat 10 pertanyaan ini dalam bahasa Yunani mengharapkan jawaban “ya”. Kata “tinggal” dan kata  “engkau” berbentuk tunggal, merujuk pada Filipus. Sementara “mu” berbentuk jamak, merujuk pada kelompok para Rasul (ayat 7, 10). “Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri” Yesus bertindak atas nama Bapa. Pengajaran Yesus adalah Firman dari Bapa sendiri.“Bapa, yang diam di dalam Aku”. Ayat 11 ini tidak hanya dialamatkan kepada Filipus, tetapi kepada semua murid-murid-Nya. Murid-murid-Nya telah melihat pekerjaan-pekerjaan Yesus, seharusnya mengetahui bahwa Yesus memiliki kekuasaan yang luar biasa, yang hanya dapat dari Allah. Jika percaya dengan sungguh-sungguh maka percaya harus melakukan pekerjaan-Nya Tuhan. Kemudian “Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Yesus mengatakan bahwa Allah akan menjawab doa-doa manusia. Orang yang mampu berdoa dalam nama Tuhan Yesus, yaitu orang memahami hati dan karya Tuhan Allah, dan yang terbeban untuk mendukung hati dan karya Tuhan Allah, adalah orang yang mengasihi Dia Dalam ayat 12 ini juga menjelaskan tentang misi yang diberikan Allah kepada murid-murid-Nya saat Yesus kembali kepada Bapa. Ayat 13-14 adalah penegasan Yesus. Dalam terjemahan LAI ayat 14 menggunakan kata “melakukannya” akan tetapi dalam bahasa Yunani menggunakan kata poie,w (poieo) dalam terjemahannya menggunakan kata “make” artinya “membuat” (menurut KBBI kata “membuat” di artikan “mendatangkan”). Berarti meminta dalam nama Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan akan mendatangkan berkat.

POKOK-POKOK RENUNGAN

Pertama, di dalam Yesus kita menemukan rumah yang aman dan nyaman, memberi kehangatan bagi setip orang seperti dalam ume kbubu, ada tempat persediaan makanan. Namun rumah Allah rumah yang luas, rumah yang terbuka  menerima siapa saja tanpa memandang latar belakang. Rumah itu tidak membedakan laki-laki dan perempuan semua memiliki hak yang sama. Gereja adalah rumah Allah yang harus terbuka bagi semua orang. Budaya primordialisme dan patriarki dalam gereja harus dihilangkan.

Kedua, di dalam rumah Allah orang menemukan jalan yang benar. Di dalam gereja orang menemukan jalan kebenaran karena Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup bagi setiap persoalan hidup mereka. Bagi mereka yang terbeban mendapat kelepasan, mereka yang sakit disembuhkan, mereka yang lapar dikenyangkan, mereka yang takut dikuatkan, mereka yang hampir mati karena budaya patriarki menemukan kehidupan, dst. Oleh karena itu, murid-murid dalam rumah Allah adalah para  pelayan  mengedepankan keramahtamahan dalam menyambut semua orang. Dalam budaya Atoni Meto, ume kbubu identik dengan  perempuan, dan perempuan yang harus melayani, namun  di dalam rumah Allah perempuan dan laki-laki saling melayani.

Ketiga, di dalam rumah Allah, kita adalah satu seperti Yesus dan Bapa adalah satu. Dalam Ekklesiologi GMIT, kita mengenal gereja sebagai keluarga Allah. Setiap warga gereja adalah saudara dan Bapa kita adalah Allah. Namun demikian tidak membatasi warganya untuk bergaul dengan warga agama lain atau melarang warganya untuk mencari saudara dan saudari di komunitas lain. Saling memperhatikan, mengasihi dan bekerja sama.  Gereja sebagai sebuah keluarga dapat dikatakan mempunyai orientasi ganda, “ke dalam dan ke luar”. Orientasi ke dalam berarti persekutuan dengan orang-orang dalam gereja yang merupakan saudara dan saudari, bertekun dalam persekutuan (beribadah). Sedangkan orientasi ke luar berarti warga gereja aktif terlibat dalam misi gereja di dalam dunia yaitu misi persaudaraan dengan mereka yang berbeda keyakinan. Itulah budaya yang harus kita bangun. Rumah Bapa rumah yang luas bagi semua orang.

Selamat merayakan Bulan Budaya



 

 

Komentar