CUKUP DALAM SEGALA HAL

(Refleksi singkat ulang tahun pernikahan) 

Alkisah, ada seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu membuat si petani kaya raya seberapa pun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Si petani terperangah melihat kepingan uang emas yang berjatuhan di depan matanya. Diambilnya beberapa ember menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawahnya ke gubuknya untuk disimpan. Kucuran uang terus mengalir. Semua tempat telah penuh. Namun ia tak mau mengatakan "cukup". Ia menggali sebuah lobang besar untuk menimbun emasnya. Lubang itu penuh. Namun ia belum merasa cukup. Terakhir petani mati tertimbun oleh kepingan emas itu karena ia tidak bisa berkata cukup.

Kata orang, kunci untuk kebahagiaan itu merasa cukup dengan apa yang ada bukan apa yang tak ada.

Bersyukur dalam segala hal bukan syukuran dalam segala hal. 

Kami sadar bahwa keluarga ini terbentuk dalam dunia modern. Dunia yang penuh dengan persaingan dalam segala aspek kehidupan. 

Kebahagiaan tak bisa diukur dengan harta tapi dengan kata "cukup" apa yang Tuhan beri kepada kami, yakni sehat, ada makan dan minum, pakaian dan bisa membeli apa yang kami butuhkan. 

Kami belajar dari sepenggal kalimat doa sang Guru Agung yang kami layani,  "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya," (Mat. 6:11).

Kami mengucapkan terima kasih buat bapak, ibu, sdr/i, sahabat yang telah memberikan ucapan dan doa buat ulang tahun pernikahan kami.

Tuhan Yesus yang kuasaNya tak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu memberkati kita semua.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Minggu Sengsara Kedua: YESUS MENDERITA AKIBAT DOSAKU (1 Petrus 2:18-25)

Renungan Minggu Sengsara Pertama: KASIH BAPA DALAM PENGORBANAN ANAK TUNGGAL ALLAH (MAT. 21:33-46)

Renungan Bulan Budaya: YESUS MEMBARUI PRAKTEK BUDAYA YANG TIDAK ADIL (Yohanes 20:11-18)