Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

RENUNGAN : MATIUS 18 : 6 - 11

Gambar
  Bacaan ini kelanjutan dari ayat 1-5. Kita mencatat peristiwa yang melatarbelakangi bacaan ini, yakni Yesus memperhatikan percakapan murid-murid di tengah jalan. Percakapan mereka tentang “Siapa yang terbesar dalam Kerajaan sorga?” Kemudian Yesus memanggil kedua belas murid itu, serta berkata kepada mereka tentang perkara yang mereka percakapkan itu. Bagi orang Yahudi,   pertanyaan tentang siapa yang terbesar di dalam kerajaan surga merupakan pertanyaan biasa. Orang Farisi yang sering dan suka berbicara tentang Kerajaan Mesias selalu mengatakan bahwa dalam kerajaan akan ada berbagai tempat, pangkat dan tingkat. Tentulah mereka yang akan mendapatkan pangkat terutama. Mungkin murid-murid kelak akan mendapatkan tempat yang utama. Pertruskah? Yakobuskah? Atau Yohanes yang mendapatkan pangkat dan tempat utama? Yesus melihat bahwa ada kecemburuan di antara mereka, sehingga Yesus bicara dalam ayat 3-5. Namun sebelumnya Ia memanggil seorang anak kecil menempatkan di tengah-tengah m...

RENUNGAN : LUKAS 10 : 25 - 37

Gambar
  Injil Lukas 10: 25-37 adalah percakapan Yesus dengan seorang ahli Taurat tentang “orang Samaria yang baik hati.” Inti percakapan itu, “Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan ini bertitik tolak dari hukum kasih, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk. 10: 27). Sekalipun bertujuan untuk mencobai Yesus. Bagi orang Yahudi, sesama adalah satu agama dan satu bangsa. Penulis Injil Lukas menulis jawaban Yesus, bahwa sesama tidak dibatasi oleh bentuk identitas apa pun. Lukas menonjolkan, bahwa Yesus sangat peduli terhadap orang-orang yang terpinggirkan karena aturan agama dan budaya. Itu sebabnya, dalam percakapan tersebut, Lukas menekankan, “sesama manusia” adalah semua orang, sekalipun berbeda, bahkan orang yang dianggap musuh atau memusuhi harus dikasihi dan ditolong. Kata “sesama” yang dipakai dalam Lukas 10: 25-37 adalah plesion . Dalam S e p t u a g i n t a ( L XX ), k a t a plesion,   d i p a k ai u n t u...

RENUNGAN : 1 KORINTUS 3 : 1 - 9

Gambar
  “Jemaat mekar atau mandiri bukan karena konflik melainkan pertumbuhan,” itulah salah satu pernyataan yang diungkapkan oleh seorang tokoh gereja ketika masih melayani di Klasis Amanuban Timur. Observasi yang kami lakukan terhadap jemaat-jemaat yang mekar dan mandiri menunjukkan bahwa sebagian besar jemaat-jemaat mekar atau mandiri karena terjadi konflik dalam gereja bukan pertumbuhan gereja. Apa penyebabnya? Karena terjadi benturan antar pelayan dengan mereka yang menganggap diri “tuan gereja” (klei tuaf). Klei tuaf adalah seorang yang terpandang, terhormat dalam jemaat/mata jemaat tersebut. Klei tuaf seorang yang memiliki jasa dalam pembangunan gereja, misalnya   tanah tempat gedung gereja dibangun adalah miliknya, seorang pendiri gereja, atau bapaknya sebagai pendiri gereja setempat. Mereka memiliki “tempat khusus” dalam gereja. Mereka sebagai pemimpin tunggal dalam gereja, akibatnya jemaat tidak memiliki inisiatif sendiri untuk melayani. Ketika ada perkembangan baru,...

RENUNGAN : YAKOBUS 2:14-26

Gambar
  Apa yang harus dilakukan oleh seorang untuk diselamatkan? Pertanyaan ini diperdebatkan di sepanjang sejarah gereja. Oleh karena itu gereja mengeluarkan berbagai ajaran, aturan dan pandangan yang tidak lagi bersumber pada Alkitab seperti aneka sakramen, absolutisme kekuasaan, doa arwah, api penyucian jiwa (purgatori) dan sebagainya. Hal itulah yang mengakibatkan lahirnya reformasi gereja yang dipelopori oleh Marthen Luther.   Untuk surat Yoakbus ini Luther pernah menamakan sebagai surat yang terdiri dari “jerami atau rumput kering”(a right strawy epistle, for it has no true evangelical character), karena surat ini tidak mempunyai sifat injili yang benar. Selain karena isinya yang mementingkan perbuatan, juga karena surat Yakobus sedikit sekali menyebut nama Yesus Kristus. Bagi Luther, manusia diselamatkan hanya karena iman. Perbuatan baik manusia tidak akan menyelamatkan manusia. Dalam perkembangannya di kalangan Calvinis maupun Lutheran, surat Yakobus biasanya kurang dih...