Postingan

Renungan : MENDOAKAN HIDUP, MENGHIDUPI DOA (Lukas 11:1-13)

Gambar
  Doa menurut KBBI adalah permohonan, harapan dan pujian kepada Tuhan. Berdoa adalah suara hati nurani yang menyapa Allah, yaitu suatu permohonan dan syukur kepada Allah. Oleh karena itu tidaklah dapat dipungkiri bahwa berdoa merupakan suatu bagian penting bagi orang beriman. Doa menurut Kamus Alkitab adalah tindak menghubungkan diri dengan Tuhan dengan, atau tanpa perkataan.   Berdasarkan pengertian doa di atas, maka berdoa adalah ungkapan hati manusia kepada Allah dengan cara berbicara kepada-Nya. Doa juga mengajarkan untuk menerima diri sendiri, orang lain dan dunia, karena manusia sendiri pun telah diterima dan diampuni oleh Tuhan tanpa syarat. Dalam Injil Lukas 11:1-13, mengisahkan tentang ajaran doa Yesus kepada para murid-Nya. Doa ini yang dikenal sebagai Doa Tuhan atau Doa Bapa Kami. Lukas menceritakan bahwa Yesus ada di suatu tempat dan sedang berdoa. Pada waktu itu, doa sudah menjadi suatu kewajiban bagi orang Yahudi. Hal ini sudah menjadi tradisi turun temurun. ...

Renungan : MENDENGAR DAN MENYELIDIKI FIRMAN ALLAH (Kisah Para Rasul 17:10-15)

Gambar
  Di era digital media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok dan Twitter biasanya tempat di mana berita-berita  hoax  bermunculan dan cepat menyebar. Berita-berita  hoax  terkadang membuat masyarakat percaya terhasut dan bahkan terprovokasi. Mengapa masyarakat muda percaya? Ada berbagai faktor namun di sini kita menyebut dua faktor: Pertama karena terbatasnya pengetahuan.   Pengetahuan yang terbatas membuat berita  hoax  kian tersebar semakin cepat. Kurangnya pengetahuan membuat orang rasa percaya terhadap berita yang muncul meskipun itu merupakan berita  hoax .  Kedua, seseorang memang cenderung lebih gampang percaya akan sebuah berita yang sesuai dengan opini atau sikap yang dimilikinya. Salah satu cara yang tepat bagi masyarakat dalam menyaring informasi  hoax  di media sosial adalah dengan mempelajari literasi media. Literasi media berhubungan dengan bagaimana khalayak dapat mengambil kontrol atas media. Tujuan dasar ...

Renungan: BERNYANYILAH DENGAN SEGENAP HATI UNTUK TUHAN (Efesus 5:17-21)

Gambar
  Pernahkah kita menyanyi sendiri di kamar mandi? Atau di kebun? Di atas pohon tuak? Mengapa demikian? Ada beberapa alasan: pertama, karena suasana hati, gembira, senang atau mungkin sedih. Kedua, untuk menenangkan diri yang bisa mengurangi kecemasan, stres dan memberikan kenyamanan. Ketiga, kreativitas dan ekspresi, yaitu seseorang mengekspresikan dirinya secara spontan. Keempat, perilaku kebiasaan, lagu sudah tertanam dalam memori seseorang, dst. Ada orang tertentu yang menyanyi saat karena mabuk alkohol. Namun   setelah sadar diminta untuk menyanyi di gereja atau pertemuan-pertemuan mereka menolak. Pertanyaan yang menarik adalah: bagaimana menyanyi dengan segenap hati untuk Tuhan? Kita tidak bisa menilainya, hanya orang itu dan Tuhan yang tahu. a.      Latar Belakang   Singkat Surat kepada jemaat di Efesus merupakan salah satu surat Paulus. Ayat 17-21 merupakan bagian akhir dari perikop/judul HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG. Sidang pembaca di...

PERNIKAHAN MENURUT TRADISI YAHUDI

(Catatan tentang pertunangan Yusuf dan Maria) Sebagai hal yang terjadi di banyak kebudayaan baik di masa lalu maupun masa kini, para orang tua Ibrani mengatur pernikahan anak laki dan perempuan mereka. Orang Yahudi di Palestina abad pertama memandang pernikahan sebagai penyatuan dua keluarga. Berdasarkan hukum Yahudi, ini bisa berlangsung dalam beberapa waktu setelah melewati usia yang diperkenankan, yaitu umur 12 bagi anak perempuan dan umur 13 bagi anak laki-laki. Meskipun anak belum mendapat restu dari orang tua namun hasrat pribadi mereka untuk menikah sudah diperhitungkan. Begitu ada restu orang tua untuk melanjutkan ke perjodohan, maka orang tua dari kedua belah pihak akan membicarakan secara detail urusan dan mempersiapkan sebuah kontrak yang sah yang akan dibacakan pada upacara peminangan. Sumpah janji akan dibuat, kepingan mata uang saling dipertukarkan dan kedua keluarga akan sama-sama merayakan Peristiwa itu. Pada bagian akhir dari acar peminangan ini, si anak laki-laki dan ...

Renungan Syukur Natal: MEMANCARKAN KASIH KARUNIA ALLAH (TITUS 2:11-15)

Gambar
 26 Desember 2024, Ada seekor ikan kecil yang sementara bermain di pinggir kali. Dia mendengar percakapan dua orang anak manusia di tepi kali tentang air. Tanpa air manusia dan segala tumbuhan pasti mati termasuk ikan-ikan dalam air.   Si ikan kecil ini penasaran tentang apa itu air. Dia jalan keliling, setiap kali bertemu dengan rekan-rekan ikan yang lain bertanya tentang apa itu air, namun tidak ada seekor ikan yang bisa menjelaskan apa itu air. Dia dari hulu ke hilir untuk bertanya tentang apa itu air. Bertemulah dengan ibunya, lalu ia bercerita kepada ibunya bahwa tadi dia mendengar anak manusia bercerita tentang air. Katanya tanpa air manusia, tanaman dan kita pun mati. Lalu ibunya berkata kepadanya. “Nak, kita hidup karena di dalam air! Jika kita tidak hidup dalam air maka kita bukan ikan. Kita dibentuk, tumbuh dan besar dalam air.” Si ikan kecil tercengang mendengar cerita ibunya sambil melambai-lambai ekornya. Cerita ini menghantar kita dalam perenungan kebaktian syu...

Renungan Natal: FIRMAN MENJADI MANUSIA DAN DIAM DI ANTARA KITA (Yohanes 1:1-18)

Kata Andar Ismail, masyarakat kita dikenal dengan pandai berbasa basi. Basa basi artinya mengucapkan kata-kata hanya sebagai formalitas. Misalnya, hari minggu pagi-pagi saya ke gereja pegang Alkitab, lewat halaman rumahnya dia sementara berdiri di situ, tak pelak lagi ia bertanya, “bapak ke gereja?” jelas itu hanya berbasa-basi, sebab dia tahu bahwa saya mau ke gereja. Ketika numpang mobil dari Kupang ke Betun, sampai di cabang Batu Putih, mobil berhenti sejenak lalu ada seorang ibu membeli telur rebus. Telur itu di kupas kulitnya. Setelah itu ia menyodorkan kepada kami yang duduk berdekatan dengan dia sambil berkata, “mari makan o!” jelas bahwa ini hanya berbasa-basi, sebab mana mungkin satu butir telur dibagi untuk kami empat orang. Juga kita di kota suka berbasa basi. Ada tamu di depan pintu. Kita sedang sibuk. Pada saat itu kita tidak senang kedatangannya. Tetapi, ketika ia bertanya, “apakah sibuk?” maka dengan senyum yang dibuat-buat kita menjawab, “ah, tidak, mari duduk”. Tamu it...

Renungan Natal: MARILAH SEKARANG KITA PERGI KE BETHLEHEM (LUKAS 2:1-20)

Gambar
  Renungan Natal tgl. 25, 2024. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) jadi perwakilan gereja untuk memutuskan tema Natal Nasional. Demikian pula di Natal 2024 ini, dua lembaga ini secara resmi mengumumkan tema Natal tahun ini adalah "Marilah sekarang kita pergi ke Bethlehem... (Bdk. Lukas 2 : 15)". Tema ini menjadi menarik karena gemah anti Zionis terjadi di mana-mana, akibat dari perang antara Israel, Hamas dan Hizbullah di Timur Tengah. Apa pesan Natal dari tema ini? Bethlehem dalam bahasa Ibrani “Beit-lehem”, yang berarti Rumah Roti. Dalam bahasa Arab  Bayt Lahm  berarti “rumah daging”. Bethlehem adalah sebuah kota yang berada di Tepi Barat-Palestina, yang terletak sekitar 10 Km di sebelah Selatan Yerusalem. Kota di mana Yesus Kristus dilahirkan ini juga menjadi tempat kelahiran raja Daud, raja kedua pada masa pemerintahan Kerajaan Israel (1010 SM - 970 SM). Bethlehem pertama kali disebutkan dalam Alkitab sebagai ...