Postingan

Renungan Minggu Sengsara Pertama: KASIH BAPA DALAM PENGORBANAN ANAK TUNGGAL ALLAH (MAT. 21:33-46)

Gambar
Ada sebuah film yang bercerita tentang Perang Dunia II. Beberapa puluh serdadu Inggris di tawan oleh pihak Jepang di Birma. Di antara prajurit yang tertawan terdapat seorang Kolonel Inggris yang pantang menyerah sekalipun mengalami penganiayaan yang hebat. Kebanggaannya sebagai tentara Inggris yang tak kenal menyerah, yang selalu lebih hebat dari tentara lainnya. Semangatnya tetap menyala-nyala. Pada suatu hari, kolonel itu diperintahkan untuk memimpin anak buahnya membangun sebuah jembatan di atas Sungai Kwai. Sang kolonel menerima tugas itu. Ia ingin menunjukkan bahwa tentara Inggris mampu membangun jembatan itu dan lebih hebat dari bangunan orang Jepang. Padahal bagi tentara Jepang, jembatan itu penting untuk mendistribusikan alat-alat perang dan bahan makanan. Sang kolonel memberi semangat kepada rekan-rekannya untuk menunjukkan bahwa tentara Inggris pasti bisa. Jembatan itu makin lama makin mendekati selesai. Tetapi makin lama pula, sang kolonel  makin menjadi fanat...

Renungan : KUALITAS ATAU KUANTITAS? (Lukas 21: 1-4 dan Tawarikh 29:10-19)

Gambar
  Apakah jumlah persembahan tidak penting? Atau pertanyaan seperti tema yang diberikan oleh Majelis Sinode GMIT; kualitas atau kuantitas? Kita tahu bersama apa pengertian kualitas dan kuantitas. Kualitas tingkat keunggulan atau keadaan yang baik suatu objek. Kualitas menunjuk sejauh mana suatu hal dapat memenuhi harapan atau kebutuhan pengguna. Penilaian kualitas didasarkan kepada suatu hal memenuhi standar atau kriteria tersebut. Kuantitas merujuk kepada jumlah. Penilaian kuantitas berdasarkan berapa banyak atau seberapa besar suatu hal tersebut Bacaan kita saat ini berbicara tentang persembahan seorang janda miskin dan nyanyian pujian Daud. Bagaimana persembahan yang berkenan kepada Tuhan; dari segi kualitas atau kuantitas? Mari kita lihat penjelasannya. Lukas 21:1-4 Ayat 1: Di Bait Allah ada tempat bagian khusus untuk kaum perempuan yaitu pada pelataran depan. Pelataran itu boleh dimasuki oleh laki-laki, namun pelataran untuk laki-laki perempuan dilarang untuk masuk....

Renungan : MENGAKU PERCAYA DAN MENGENAL YANG DIIMANI (MATIUS 16:13-20)

Gambar
Pada tahun 1987 seorang komponis bernama Edward Hopper menulis syair bagi sebuah lagu yang akrab bagi kita saat ini: Yesus Kau Nahkodaku. Lagu ini ditulis pada zaman di mana orang-orang Eropa melakukan penjelajahan samudera untuk menemukan benua-benua baru bagi kebutuhan industri dan perdagangan. Pelayaran-pelayaran besar, lama dan penuh resiko harus dilakukan oleh para pelaut. Bahaya selalu siap mengancam perahu dan para awak. Kitab-kitab Injil melukiskan Yesus yang berkuasa atas lautan (Mat. 8:26). Ia juga siap menolong orang-orang yang dihantam badai nyaris tenggelam dan membawa mereka sampai kepada pelabuhan dengan selamat. Terinspirasi dengan kesaksian itu, E. Hopper, memberi interpretasi baru tetapi aktual bagi para pelaut yang hidup pada masanya. Yesus, Kau Nahkodaku. Dari interpretasi ini Yesus dari Nazaret yang hidup ribuan tahun yang lalu dihadirkan secara bermakna pada masa Hopper dan sesamanya bahkan bagi orang-orang sesudah dia. Gambaran tentang Yesus masih akan terus be...

Renungan : MENDOAKAN HIDUP, MENGHIDUPI DOA (Lukas 11:1-13)

Gambar
  Doa menurut KBBI adalah permohonan, harapan dan pujian kepada Tuhan. Berdoa adalah suara hati nurani yang menyapa Allah, yaitu suatu permohonan dan syukur kepada Allah. Oleh karena itu tidaklah dapat dipungkiri bahwa berdoa merupakan suatu bagian penting bagi orang beriman. Doa menurut Kamus Alkitab adalah tindak menghubungkan diri dengan Tuhan dengan, atau tanpa perkataan.   Berdasarkan pengertian doa di atas, maka berdoa adalah ungkapan hati manusia kepada Allah dengan cara berbicara kepada-Nya. Doa juga mengajarkan untuk menerima diri sendiri, orang lain dan dunia, karena manusia sendiri pun telah diterima dan diampuni oleh Tuhan tanpa syarat. Dalam Injil Lukas 11:1-13, mengisahkan tentang ajaran doa Yesus kepada para murid-Nya. Doa ini yang dikenal sebagai Doa Tuhan atau Doa Bapa Kami. Lukas menceritakan bahwa Yesus ada di suatu tempat dan sedang berdoa. Pada waktu itu, doa sudah menjadi suatu kewajiban bagi orang Yahudi. Hal ini sudah menjadi tradisi turun temurun. ...

Renungan : MENDENGAR DAN MENYELIDIKI FIRMAN ALLAH (Kisah Para Rasul 17:10-15)

Gambar
  Di era digital media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok dan Twitter biasanya tempat di mana berita-berita  hoax  bermunculan dan cepat menyebar. Berita-berita  hoax  terkadang membuat masyarakat percaya terhasut dan bahkan terprovokasi. Mengapa masyarakat muda percaya? Ada berbagai faktor namun di sini kita menyebut dua faktor: Pertama karena terbatasnya pengetahuan.   Pengetahuan yang terbatas membuat berita  hoax  kian tersebar semakin cepat. Kurangnya pengetahuan membuat orang rasa percaya terhadap berita yang muncul meskipun itu merupakan berita  hoax .  Kedua, seseorang memang cenderung lebih gampang percaya akan sebuah berita yang sesuai dengan opini atau sikap yang dimilikinya. Salah satu cara yang tepat bagi masyarakat dalam menyaring informasi  hoax  di media sosial adalah dengan mempelajari literasi media. Literasi media berhubungan dengan bagaimana khalayak dapat mengambil kontrol atas media. Tujuan dasar ...

Renungan: BERNYANYILAH DENGAN SEGENAP HATI UNTUK TUHAN (Efesus 5:17-21)

Gambar
  Pernahkah kita menyanyi sendiri di kamar mandi? Atau di kebun? Di atas pohon tuak? Mengapa demikian? Ada beberapa alasan: pertama, karena suasana hati, gembira, senang atau mungkin sedih. Kedua, untuk menenangkan diri yang bisa mengurangi kecemasan, stres dan memberikan kenyamanan. Ketiga, kreativitas dan ekspresi, yaitu seseorang mengekspresikan dirinya secara spontan. Keempat, perilaku kebiasaan, lagu sudah tertanam dalam memori seseorang, dst. Ada orang tertentu yang menyanyi saat karena mabuk alkohol. Namun   setelah sadar diminta untuk menyanyi di gereja atau pertemuan-pertemuan mereka menolak. Pertanyaan yang menarik adalah: bagaimana menyanyi dengan segenap hati untuk Tuhan? Kita tidak bisa menilainya, hanya orang itu dan Tuhan yang tahu. a.      Latar Belakang   Singkat Surat kepada jemaat di Efesus merupakan salah satu surat Paulus. Ayat 17-21 merupakan bagian akhir dari perikop/judul HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG. Sidang pembaca di...

PERNIKAHAN MENURUT TRADISI YAHUDI

(Catatan tentang pertunangan Yusuf dan Maria) Sebagai hal yang terjadi di banyak kebudayaan baik di masa lalu maupun masa kini, para orang tua Ibrani mengatur pernikahan anak laki dan perempuan mereka. Orang Yahudi di Palestina abad pertama memandang pernikahan sebagai penyatuan dua keluarga. Berdasarkan hukum Yahudi, ini bisa berlangsung dalam beberapa waktu setelah melewati usia yang diperkenankan, yaitu umur 12 bagi anak perempuan dan umur 13 bagi anak laki-laki. Meskipun anak belum mendapat restu dari orang tua namun hasrat pribadi mereka untuk menikah sudah diperhitungkan. Begitu ada restu orang tua untuk melanjutkan ke perjodohan, maka orang tua dari kedua belah pihak akan membicarakan secara detail urusan dan mempersiapkan sebuah kontrak yang sah yang akan dibacakan pada upacara peminangan. Sumpah janji akan dibuat, kepingan mata uang saling dipertukarkan dan kedua keluarga akan sama-sama merayakan Peristiwa itu. Pada bagian akhir dari acar peminangan ini, si anak laki-laki dan ...