Postingan

TUHAN ADA WAKTU URUS ORANG YANG ADA WAKTU UNTUK DIA

Gambar
Pagi-pagi sekali pintu pintu rumah Pastori belum dibuka. Saya mendengar suara seorang ibu yang memanggil, "Bapak, bapak, bapak!" Saya bergegas membuka pintu. "Selamat pagi. Bagaimana Kuba?" tanya saya dari dalam rumah. "Tadi malam Wenang (suaminya) tidak bisa tidur karena mengeluh badan sakit kayak orang pukul. Bapak pi doa dulu," katanya kepada saya.  Kemudian saya belajar bahwa Pastori adalah lambang kehadiran seorang pelayan. Nasehat dari salah seorang pendeta senior kepada saya seperti ini, "kalau jadi pendeta, pagi hari usahakan pintu rumah Pastori buka sebelum pintu rumah-rumah jemaat dibuka dan pada malam hari, pintu rumah Pastori tutup setelah pintu rumah-rumah jemaat ditutup. Pendeta harus bangun pagi mendahului jemaat untuk mendoakan jemaat dan malam hari sebelum tidur dia berdoa mensyukuri penyertaan Tuhan bagi jemaatnya."    "Iya, nanti saya pergi, Kuba duluan," jawab saya.  Saya bergegas mengikuti ibu ini ke rumahnya.  Ibu ...

PENEMPATAN DI JEMAAT BEANG DAN PENGALAMAN MENEGANGKAN DI MALAM HARI

  Penempatan vikaris di jemaat-jemaat Klasis Pantar Barat dilakukan oleh Ketua Majelis Klasis (KMK) selaku koordinator mentor. Prioritas penempatan di jemaat yang belum ada pendeta sehingga koordinator mentor sekaligus sebagai mentor. Selama kurang lebih seminggu, KMK melakukan percakapan dengan kami sebelum diantar ke jemaat. "Hampir satu minggu kita di sini, setiap malam saya berdoa agar tidak salah menempatkan kamu di jemaat," kata  Pdt Yeskiel Oumaara . Orang yang tempat harus ditempatkan di tempat yang tepat pula. Kandang orangnya tepat salah ditempatkan di tempat yang tepat hasilnya tidak tepat. Momen penempatan tidak mendebarkan seperti saat penarikan lot karena kami telah berada di Klasis, dan telah memperoleh gambaran umum tentang jemaat-jemaat yang membutuhkan vikaris. Itu berdampak pada psikologi kami.  Melalui pergumulan dan percakapan, KMK menempatkan kami masing-masing di jemaat yang tidak ada pendeta. Vikaris Efrayim Sakan di Jemaat Alfa Omega Beang...

CUKUP DALAM SEGALA HAL

Gambar
(Refleksi singkat ulang tahun pernikahan)  Alkisah, ada seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu membuat si petani kaya raya seberapa pun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Si petani terperangah melihat kepingan uang emas yang berjatuhan di depan matanya. Diambilnya beberapa ember menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawahnya ke gubuknya untuk disimpan. Kucuran uang terus mengalir. Semua tempat telah penuh. Namun ia tak mau mengatakan "cukup". Ia menggali sebuah lobang besar untuk menimbun emasnya. Lubang itu penuh. Namun ia belum merasa cukup. Terakhir petani mati tertimbun oleh kepingan emas itu karena ia tidak bisa berkata cukup. Kata orang, kunci untuk kebahagiaan itu merasa cukup dengan apa yang ada bukan apa yang tak ada. Bersyukur dalam segala hal bukan syukuran dalam segala hal.  Kami sad...

PERJALANAN MENUJU KE KANTOR KLASIS DAN PENGALAMAN TENTANG BAHASA

Gambar
   PERJALANAN MENUJU KE KANTOR KLASIS DAN PENGALAMAN TENTANG BAHASA Pulau Pantar itu kaya, baik alam, budaya dan bahasa. Topografi yang unik membuat para pengunjung sudah bisa menyimpulkan tentang keadaan di pulau Pantar. Surat Keputusan MS-GMIT tentang lamanya masa vikariat dua tahun, yakni mulai tanggal 1 Mei 2017 sampai dengan 1 Mei 2019. Namun keputusan persidangan  Majelis Sinode tahun 2018 menyatakan masa vikariat menjadi satu tahun enam bulan. Karena berpatokan pada masa vikaris dua tahun, maka persiapan barang yang dibawah cukup banyak. Saya membawa tiga tas besar. Belum lagi harus membantu teman-teman vikaris yang lain. Setelah beristirahat di Tamakh, kami menumpang ojek ke Maliang karena belum ada mobil, angkutan umum. Kantor klasis berada di Maliang, pusat kota Kecamatan Pantar Tengah. Ransel besar di belakang sambil memangku satu tas dan tas yang lain di depan motor mendaki gunung dengan jalan yang berlekuk-lekuk Mau pegang orang yang mengemudikan sepe...

KETAKUTAN DIHILANGKAN OLEH SAMBUTAN TERHADAP SEORANG PELAYAN

  KETAKUTAN DIHILANGKAN OLEH SAMBUTAN TERHADAP SEORANG PELAYAN Semangat vikaris di Klasis Pantar Barat kembali hidup setelah mendengar cerita dari beberapa orang tua melalui telpon dan SMS. Hari Selasa, 2 Mei 2017, saya bersama rombongan vikaris se-Tribuana berangkat dengan menumpang kapal fery Kupang-Kalabahi. Sebagai salah satu anak yang lahir besar di gunung, di pulau timor, jarang melihat laut jelas merasa takut. Saya lihat laut setelah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas. Pada waktu itu saya dengan beberapa teman dari Betun mengantar bahan bangunan rumah ke Osmo. Setiba di Osmo semalam kami tak bisa tidur karena dari ketinggian Osmo melihat ke bawah pantai Nunhila lampu-lampu yang menyala di setiap bagan di dalam laut sesuatu yang baru bagi kami. Tak puas dengan itu, paginya kami turun ke pinggir pantai untuk melihat dengan jelas. Di situlah saya tahu itu laut. Ketika di atas fery tak muncul rasa takut dalam diri saya karena bercerita dan bercanda ria dengan temam-teman vika...

MEMORI MENJALANI MASA VIKARIAT DI KLASIS PANTAR BARAT : AKHIRNYA BISA DI KLASIS YANG SAYA TIDAK MEMINTA DALAM DOA!

  MEMORI MENJALANI MASA VIKARIAT DI KLASIS PANTAR BARAT : AKHIRNYA BISA DI KLASIS YANG SAYA TIDAK MEMINTA DALAM DOA! Saat tarik lot penempatan vikaris pada tahun 2017, di aula kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), saya dapat di Klasis Pantar Barat. Itu tak terduga. Doa saya selama mengikuti tes vikaris meminta kepada Tuhan untuk saat penempatan vikaris di pulau timor. Ketika gulingan kertas putih itu dibuka tak disangka di Klasis Pantar Barat. Semangat vikaris saya hilang. Semua teman2 bersorak ria menyaksikan peristiwa yang mendebarkan itu, karena seolah nasib penempatan vikaris ditentukan oleh segulung kecil kertas putih yang bertuliskan nama Klasis. Semangat yang patah membuat saya harus turun perlahan dari setiap anak tangga kantor sinode dengan muka yang murung. Perenungan dan pergulatan yang sangat kuat dalam batin ini. "Apakah Tuhan tidak mendengar doa saya? Selama saya mengambil keputusan menyerahkan diri seorang diri untuk Tuhan, Ia tak pernah salah ...